PEMIMPIN MENURUT QS AL-BAQARAH AYAT
246-247
Sebuah ayat dalam Al-quran pada Qs
Al-Baqarah ayat 246-247 yang menceritakan tentang keinginan bani Israil untuk
diutusnya seorang pemimpin ditengah-tengah mereka dan terjadi sebuah dialog
antara mereka dan nabi mereka. Sebagimana
firmanya Apakah
kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu
ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami
seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah."
(Qs Al-baqarah:246). Kemudia
Allah mengutus Tholut sebagi seorang raja "Sesungguhnya
Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." (Qs
Al-baqarah:247) tetapi seperti biasanya tabiat bani israil yang suka
mengeluh mereka malah menolak utusan tersebut karena menurut mereka dia tidak
berhak menjadi pemimpin karena tidak ada keluasaan dalam harta daa bukan bagian
dari ras mereka. “Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut
memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan
daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak”
(Qs Al-baqarah:247)
Allah kemudian mengatakan bahwa setiap
utusan telah ia kehendakinya dan Allah pula mengingatkan mereka bahwa seorang
pemimpin bukan diangkat hanya karena ras mereka dan memiliki banyak harta
berlimpah tetapi seorang pemimpin ideal adalah memiliki keluasaan dalam ilmu
dan fisiknya. Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya
Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang
perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya(Qs
Al-baqarah:247). Ilmu dan fisik adalah modal
utama sebenarnya untuk persyaratan menjadi pemimpin selebihnya bisa ditunjang
dari penampilan, sifat-sifat dan harta benda.
Ayat tersebut memeng berasal dari suatu
kisah cerita tetapi esensi dibalik ayat tersebut adalah mengingatkan kita semua
sebagi umat pertnegahan, sebagi umat sang juara harus memiliki pemimpin yang
berpengetahuan luas, cerdas dan sehat fisiknya serta jiwanya. Amanah, jujur,
tegas dan lain-lain hanyalah sifat dari seseorang bukan sesuatau yang bisa
dipelajari seperti halnya ilmu dan bisa diperbaiki layaknya fisik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar