Kamis, 20 Maret 2014

PEMIMPIN MENURUT QS AL-BAQARAH AYAT 246-247

PEMIMPIN MENURUT QS AL-BAQARAH AYAT 246-247
Sebuah ayat dalam Al-quran pada Qs Al-Baqarah ayat 246-247 yang menceritakan tentang keinginan bani Israil untuk diutusnya seorang pemimpin ditengah-tengah mereka dan terjadi sebuah dialog antara mereka dan nabi mereka.  Sebagimana firmanya  Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah." (Qs Al-baqarah:246).  Kemudia Allah mengutus Tholut sebagi seorang raja "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." (Qs Al-baqarah:247) tetapi seperti biasanya tabiat bani israil yang suka mengeluh mereka malah menolak utusan tersebut karena menurut mereka dia tidak berhak menjadi pemimpin karena tidak ada keluasaan dalam harta daa bukan bagian dari ras mereka. “Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak” (Qs Al-baqarah:247)
Allah kemudian mengatakan bahwa setiap utusan telah ia kehendakinya dan Allah pula mengingatkan mereka bahwa seorang pemimpin bukan diangkat hanya karena ras mereka dan memiliki banyak harta berlimpah tetapi seorang pemimpin ideal adalah memiliki keluasaan dalam ilmu dan fisiknya. Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya(Qs Al-baqarah:247). Ilmu dan fisik adalah modal utama sebenarnya untuk persyaratan menjadi pemimpin selebihnya bisa ditunjang dari penampilan, sifat-sifat dan harta benda.
Ayat tersebut memeng berasal dari suatu kisah cerita tetapi esensi dibalik ayat tersebut adalah mengingatkan kita semua sebagi umat pertnegahan, sebagi umat sang juara harus memiliki pemimpin yang berpengetahuan luas, cerdas dan sehat fisiknya serta jiwanya. Amanah, jujur, tegas dan lain-lain hanyalah sifat dari seseorang bukan sesuatau yang bisa dipelajari seperti halnya ilmu dan bisa diperbaiki layaknya fisik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar